Keistimewaan Nama julukan dan Apa-apa yang Allah berikan kepada Sayyidah Fathimah Az-Zahra Al-Batul bintu Rasulullah Saw

 ๐Ÿง•๐Ÿป Ustadzah Zainab Mahdina BSA 

Tema : Keistimewaan Nama julukan dan Apa-apa yang Allah berikan kepada Sayyidah Fathimah Az-Zahra Al-Batul bintu Rasulullah Saw.



Seperti yang kita ketahui Syaidatuna fathimatuzahro adalah ahlil janah pemimpin wanita di syurga yang derajatnya tertinggi di dunia dan para wanita, gak bisa disandingkan dengan wanita manapun. Putrinya Rasulullah, Syaidatuna fathimatuzahro dan beliau memiliki keistimewaan keistimewaan tertentu, seperti yang kita ketahui kebanyakan, disamping putri Rasulullah beliau juga pemimpin wanita di syurga dan syaidah fathimah itu adalah salah satunya putri nabi muhammad yang menurunkan generasi keturunannya nabi muhammad saw, dan banyak lagi keistimewaan syaidah fathimah, maka dikatakan jika gudwah para lelaki itu Rasulullah, maka gudwah untuk wanita, gudwah yang patut dicontoh adalah putri Rasulullah yaitu Syaidatuna fathimatuzahro. 


Jihad dan perannya dalam menyebarkan dakwah


Bisa dikatakan "Qad masyaan hadzihi syahida thohiroh" pemimpin wanita dari baib baib kita doakan dulu yang bikin buku. "Qalal musyonif as syair as syekh sayyid muhammad hasan bin alwi al haddad" beliau mengatakan "pemimpin wanita yang suci telah tumbuh dan terdidik di usia kecilnya". Karena Sayyidah  fathimah terdidik di lingkungan nabawi, menyaksikan sendiri sebelum dan sesudah nabi Muhammad diutus menjadi rasul, beliau menyaksikan sendiri saat saat pahit detirnya nabi muhammad. 

Disini ditulis "wanita suci terdidik dari usia kecilnya telah tumbuh menjadi seorang pejuang yang begitu sabar. Beliau telah menyaksikan perkembangan dakwah islam dari titik permulaan dakwah islam, melalui setiap peristiwa, menanggung setiap beban perasaan sampai disaat akhirnya. Perjuangan beliau dapat dilihat dari awal dakwah ayahnya menyeru kepada agama yang benar. Ketika beliau menjadi pendamping setia, menemani ayahnya dari orang kafir, dan ancaman ancaman mereka. Meskipun usianya masih kecil tapi beliau mendapat peluang berharga menemani dan mengikuti langkah ayahnya, sehingga semangat az zahro semakin membara seiring usianya beranjak dewasa. 

Pada hari bersejarah peperangan uhud, Syaidatuna fatimah merawat ayahnya. Sayyidina ali membantu menuang air diatas luka baginda nabi muhammad saw dan syaidah fathimah membersihkan darah yang bercucuran keluar dari wajah mulia baginda. Syaidah fathimah segera membakar tikar lalu meletakan abunya di luka baginda untuk menghentikan darah yang keluar, setelah itu luka lukanya pun mengering dan sakit yang dialamai baginda mulai berkurang. Maka wajiblah bagi setiap wanita memuliakan syaidah fathimah di dalam perjuangannya yang terdahulu. Hidmahnya yang ikhlas dan jujur, kesabarah beliau yang menakjubkan jelas terpancar pada setiap peristiwa yang melanda, terutama ketika beliau menganguri jerih pahit kehidupan kaum Quraisy mebuat batasan batasan terhadap kaum muslim. Beliau ikut bersama dengan ibu dan ayahnya sepanjang peristiwa pengepungan menanggung derita lapar dan kehidupan yang sempit. Setelah berakhir ujian pengepungan, syaidah fathimah diuji dengan kewafatan ibunya yang penyayang, beliau menghadapi semuanya dengan jiwa tenang dan ridho, beginilah sewajarnya keadaan seorang muslim disetiap detik kehidupan, meridhoi ketentuan Allah subhannahu wa ta'ala dan pilihan Allah 


Sesungguhnya keberanian adalah kesabaran sesaat, dan kemenagan badi adalah milik orang sentiasa bersabar. Saat Syaidatuna fathimah kehilangan ibunya beliau yang menghibur ayahnya, karena syaidah fathimah tau nabi muhammad sedih banget ditinggal syaidatuna Khodijah. Sementara nabi muhammad pun merasa demikian harus menghibur putrinya syaidah fathimah, karena syaidah fathimah ditinggal oleh ibunya, jadi dua duanya tuh ada ikatan yang indah, dua duanya saling menghibur, meskipun hati mereka sebenarnya hancur, hati mereka tuh Sebenarnya dalam keadaan amat sangat ditinggal Syaidatuna Khodijah. Kita tau sendiri Syaidatuna fathimah itu istimewa karena satu satunya putri nabi muhammad yang disusui langsung oleh syaidah Khodijah, sementara putra dan putri yang lain setelah lahir disusukan ke orang lain seperti adat istiadat kebiasaan orang arab zaman itu. Tapi khusus untuk syaidah fathimah entah perhatian apa dari ibunya syaidah Khodijah yang mulia dia gak rela disusukan ke yang lain, jadi seakan akan syaidah fathimah dirawat sendiri disusui sendiri diberikan kasih sayang yang utuh berbeda dengan saudara saudaranya yang lain, karena memang kehidupan syaidah fathimah gak lama dengan syaidah Khodijah bahkan sebelum menikahpun sudah ditinggal ibunya, padahal kita tau perempuan kalau nikah tuh orang yang paling dibutuhkan saat itu, dan Sayyidah fathimah tidak memiliki kesempatan itu, jadi sejak bayi Sayyidah Khodijah udah ngerasa paling sayang sama putrinya, karena seakan akan emang gak lama kehidupan bakal di tinggal putrinya.

Ketika usia Sayyidah fathimah mencapai 18 tahun datang para sahabat yang hebat dan mulia seperti sayyidina abu bakar, sayyidina umar,untuk  meminang beliau, akan tetapi pinangan beliau ditolak dengan baik oleh nabi, karena belum mendapatkan wahyu dan pilihan dari Allah. Jadi nabi muhammad melakukan sesuatu itu menunggu wahyu nunggu Ada bisyarah dari Allah subhannahu wa ta'ala apalagi ini tentang pernikahan putrinya, dan Allah memberikan keutamaan kepada iman ali karomahu wajhah, ali bin abi tholib keturunan mulia dan sifat sifat terpuji, sebelum beliau sampe pada Rasulullah untuk meminang az zahro al batuul, wahyu Allah turun terlebih dahulu menyatakan keridhoan Allah diatas pinangan yang terpilih ini. Sayyidah fathimah perlu diketahui juga lahir dari buah buahnya syurga saat nabi muhammad dan Sayyidah Khodijah menikah bertaun taun kemudian pisah nabi muhammad entah kemana gitu, kemudia datang lagi ketemu lagi dengan Sayyidah Khodijah diturunkan hadiah dari buah buah syurga kemudian lahirlah Sayyidah fathimah saat itu. Dan disaat pernikahanpun turun langsung dari Allah subhannahu wa ta'ala perintah dari Allah untuk menikahkan Sayyidah fathimah dengan sayyidina ali karomahu wajhah, kemudian tercapaila hasrat sayyidina ali yang berharga dan diharapkan ketika Rasulullah yang berkata kepadanya, "Marhaban wa ahlan wa sahlan" artinya sialhkan telah diterima. Rasulullah menyeru sahabat muhajirin dan anshor untuk berkumpul dan memberitakan kepada mereka kabar gembira, maka ketika mereka telah kumpul, ada tanda tanda kebahagian dari nabi muhamnad kemudian beliau berkhutbah, khutbahnya yang masyrur. Yaitu "

 Yaitu "telah berkata Nabi Saw segala puji bagi Allah SWT dzat yang dipuji dengan segala limpahan nikmatnya, dzat yang disembah dengan kekuasaannya, dzat yang di taati dengan pemerintahannya, dzat yang ditakuti dari azab dan murkanya. yang terlaksana dengan perintah dan segala aturannya di langit dan di bumi. serta meninggikan mereka dengan keagamaannya lalu di muliakan dengan utusan nabinya. sesungguhnya Allah penuh berkat namanya dan tinggi namanya pernikahan sebab penyatuan perintah yang menjadi kewajiban dan aturannya." 



Julukan Sayyidah Fathimah : 

sudah menjadi kehendak takdir bahwa Nabi Muhammad Saw dan Sayyidah Khadijah memiliki putra namun semua putranya meninggal semua. Tidak seorang pun putra-putra nabi Muhammad Saw hidup hingga dewasa. Sayyidina Ali dan Nabi Muhammad Saw itu satu nasab dengan kakek yang sama yaitu Abdul Muthalib. 


1. Fathimah : diberi nama Fathimah karena Allah SWT telah berjanji menghindarkan Sayyidah Fathimah dan para pecintanya dari siksa neraka. Hadist Rasulullah Saw "Fathimah itu bagian dariku, yang membahagiakan Fathimah maka ia membahagiakanku. Dan yang menyakiti Fathimah maka ia menyakitiku juga. sesungguhnya semua nasab itu akan terputus semua kecuali 3 hal : kecuali nasab Rasulullah Saw dari Sayyidah Fathimah, Orang yang cinta kepada Sayyidah Fathimah, yang punya hubungan keluarga dengan Sayyidah Fathimah." 

2. Az-Zahra : Ibadahnya semerbak wangi dan kulitnya memancarkan cahaya.

3. Al-Batul : Tidak pernah putus ibadahnya

4. As-Shiddiqoh 

5. Ummu Abiha 

6: Bidadari Surga 

7. Al mubarokah (yang diberkahi)

8. Az Zakiyah (yang suci)

9.  Ar Radhiyah (yang ridho)

10. Al Mardhiyyah (yang diridhai)


Wujud lahirnya adalah secara dzohirnya mirip dengan Rasulullah Saw. kulitnya kemerah-merahan, cara berjalannya, tutur katanya. Sayyidah Aisyah berkata "Aku belum pernah melihat seornav hamba Allah baik dari sifat maupun ucapannya yang menyerupai Rasulullah Saw kecuali Sayyidah Fathimah Az-Zahra."


Sayyidah Fathimah di besarkan dari pendidikan nubuwah dipegang oleh Rasulullah Saw baik dari aktifitasnya dan yang lainnya. 

ada hadist Rasulullah Saw: 

ู…ุชู† ุงู„ุญุฏูŠุซ


ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ : ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : ( ู…ู† ูƒุงู† ูŠุคู…ู† ุจุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุขุฎุฑ ، ูู„ูŠู‚ู„ ุฎูŠุฑุง ุฃูˆ ู„ูŠุตู…ุช ، ูˆู…ู† ูƒุงู† ูŠุคู…ู† ุจุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุขุฎุฑ ، ูู„ูŠูƒุฑู… ุฌุงุฑู‡ ، ูˆู…ู† ูƒุงู† ูŠุคู…ู† ุจุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุขุฎุฑ ، ูู„ูŠูƒุฑู… ุถูŠูู‡ ) ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆู…ุณู„ู… . ุงู„ุดุฑุญ


Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya" (Riwayat Bukhari dan Muslim)


Pesannya : 

Jika tidak bisa berbicara baik lebih baik diam dan hormatilah tetangganya. sabar dengan cobaan hidup. sangat besar perhatian Rasulullah Saw terhadap pendidikan Sayyidah Fathimah Az-Zahra. Terkenal ramah dan lembut. Pandangan Sayyidah Fathimah itu panjang akibatnya. 


Pada saat Sayyidah Fatimah Az-Zahra meminta budak pada Rasulullah, Rasulullah memberi pilihan kepada Sayyidah Fatimah Az-Zahra untuk mendapatkan budak atau sesuatu yang lebih baik. Lalu Sayyidah Fatimah Az-Zahra tentunya memilih opsi kedua.


Dan Rasulullah berkata: "Ini ada beberapa kata yang aku diajarkan oleh Jibril, yaitu: Membaca dzikir setelah sholat (SubhanaAllah 10×, Alhamdulillah 10× dan Allahu Akbar 10×).


Dan saat kalian hendak menuju tempat pembaringan, maka bacalah (SubhanaAllah 33×, Alhamdulillah 33× & Allahuakbar 34×). Kalimat ini lebih baik daripada seorang budak.


Dari kecil beliau sudah di ajarkan belajar Al-Qur'an. Guru manakah yang dapat menyemai Rasulullah Saw. bahwa tidak ada guru yang dapat menyamai Rasulullah Saw karena Rasulullah Saw maha guru. 


Beliau mendapatkan gelar Ummu Abiha (Ibu dari ayahnya) karena cobaan demi cobaan yang Sayyidah Fathimah Az-Zahra Al-Batul lihat dari perjuangan dakwah Rasulullah Saw. Di acara pernikahan beliau di arak dengan kuda dan banyaknya syair-syair pujian untuk Sayyidah Fathimah diiringi dengan rebana. 


Saat Sayyidah Aisyah ingin menyiapkan kamar pernikahan, kasurnya dari pelepah kurma dan di percantik dengan pasir halus agar tidurnya lebih nyaman. Sayyidah Fathimah dengan sayyidina Ali tinggal berdekatan dengan Rasulullah Saw. 




Salam Cinta ♥︎

๐“œ๐“ฝ. ๐““๐“ช๐“ช๐“ป ๐“ฉ๐“ช๐“ฑ๐“ป๐“ช 

Alfaqirah ๐Ÿฅ€ 

SPECIAL MILAD SAYYIDAH FATHIMAH AZZAHRA














Comments

Popular posts from this blog

MILAD SAYYIDAH FATHIMAH AZZAHRA - USTADZAH DARA HUSEIN

WANITA YANG DIRINDUKAN SURGA

Perjuangan dan pernan sayyidah Fatima dalam menyebarkan dakwah