MILAD SAYYIDAH FATHIMAH AZZAHRA - USTADZAH DARA HUSEIN

 "Akhlak Mahkota Wanita Penghulu Surga"

Ustadzah Dara Husaien




Sayyidah Aisyah RA; "Tidak ada yang aku lihat, yang diciptakan Allah semirip Rasulullah, baik dari cara jalannya, akhlaknya, kecuali Fatimah bintu Muhammad."

Akhlak yang dimiliki Sayyidah Fatimah Az-Zahra ialah:

Bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Apapun yang Allah berikan, beliau selalu bersyukur. "Sesungguhnya apapun nikmat yang kamu dapatkan, semuanya datang dari Allah Subhanahu wa Ta'ala."

Semua nikmat (termasuk ujian) beliau selalu bersyukur, karena itu datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Contohnya: Mengerjakan sholat diawal waktu, mendahului Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam segala sesuatu.

Bagian dari iman adalah sabar dan bersyukur.

Suatu ketika Sayyidah Fatimah Az-Zahra menginginkan perhiasan, dan meminta kepada Rasulullah. Rasulullah mengambilkan bejana yang berisi perhiasan dan menyuruh Sayyidah Fatimah Az-Zahra hanya mengambil 1 perhiasan.

Rasulullah berkata pada Sayyidah Fatimah Az- Zahra: "Wahai Fatimah! Apa yang sekarang kamu punya, besok itu akan dipertanggung jawabkan." Sontak Sayyidah Fatimah Az- Zahra meletakkan kembali perhiasan itu.

Habib Ali Zainal Abidin berkata: "Orang yang kaya, adalah orang yang merasa cukup. Itulah tanda syukur."

Karena disaat kita bersyukur, disanalah kita merasa cukup.

"Jika kita bersyukur, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menambah rasa syukur itu."

Menghormati Orang tua

Saat Sayyidah Fatimah Az-Zahra dan Sayyidina Ali sedang makan, Sayyidah Fatimah Az-Zahra hanya terdiam. Lalu ditanya oleh Sayyidina Ali: "Wahai istriku! Kenapa engkau tidak makan?" Sayyidah Fatimah Az-Zahra menjawab: "Izinkan aku membawakan 1 makanan untuk Rasulullah, karena Rasulullah pasti belum makan."

Setelahnya beliau menghampiri Rasulullah, Rasulullah berdiri dan bertanya kepada Sayyidah Fatimah Az-Zahra lalu Sayyidah Fatimah Az-Zahra pun memberikan makanan itu kepada Rasulullah.

Akhlak lain yang dimiliki Sayyidah Fatimah Az- Zahra ialah:

Mendahului orang tuanya.

Saat orang datang, beliau berdiri (sebagai rasa ittiba').

Rendah diri terhadap orang tua.

Note: Jika orang tua tidak pernah perduli kepada kita, maka kita yang terlebih dahlu perduli kepada mereka

 Cara Kita Berkbakti Kepada Orang Tua:

-Saat kita memandang wajah orang tua, kita dengan pandangan rahmat, hormat dan kasih sayang, itu sama seperti kita memandang ka'bah.

-Mencium tangan orang tua, dengan cara terbaik.

-Jika orang tua sudah tidak ada, maka kirimkan Al-Fatihah, sambung silaturrahmi dengan kerabat orang tua, membersihkan makam orang tua, perbanyak beramal shalih.

Karena setiap Al-Fatihah yang kita kirim ke orang tua yang sudah wafat, itu meluaskan kubur orang tua. Hadits: : "Tidak menjadi golongan kami, orang-orang yang minta dihormati, tapi tidak menyayangi anak-anaknya."


Ada 4 wasiat Sayyidah Fatimah Az-Zahra kepada Sayyidina Ali: 1. Menjaga anak-anak, 2. Tidak memandikan jenazah Sayyidah Fatimah Az-Zahra karena beliau sudah membersihkan diri sendiri, 3.Jenazahnya dipakaikan keranda, dan 4.Menaruh sebuah kertas didekat jenazah Sayyidah Fatimah Az-Zahra yang isinya syahadat.

Mahar yang diinginkan Sayyidah Fatimah Az-Zahra : beliau meminta agar bisa memberikan syafa'at kepada orang-orang yang mencintai Rasulullah, agar memudahkan pekerjaan Rasulullah kelak di hari kiamat. Semua semata-mata karena bukti kecintaan beliau kepada Rasulullah.

Pesan dari kisah Sayyidah Fatimah Az-Zahra yan bisa kita teladani adalah istiqomah melakukan hal yang baik khususnya bersyukur atas segala yang Allah berikan dan menghormati orang tua.

Cara Sayyidah Fatimah Az-Zahra berbakti kepada Sayyidah Khadijah ialah melakukan semua yang Sayyidah Khadijah lakukan untuk Rasulullah.

Comments

Popular posts from this blog

WANITA YANG DIRINDUKAN SURGA

Perjuangan dan pernan sayyidah Fatima dalam menyebarkan dakwah