Pesan Terakhir Sayyidah Fathimah sebelum wafat
Pesan Terakhir Sayyidah Fathimah sebelum wafat
🧕🏻 Ustadzah Tasneem Almoody di terjemahkan
Ustadzah Ulfa
Ketika sayyidina Musa a.s berbicara kepada allah, Sayyidina Musa a.s selalu meminta kepada ingin menjadi daripada umat Nabi Muhammad Saw. dan kita menjadi umatnya Rasulullah Saw dan Allah firmankan "sesungguhnya pada diri Rasulullah uswah Hasanah" kalian bisa jadikan uswah penuntun dan Hasanah kebaikan. dari semua akhlak perilaku Rasulullah Saw itu semua baik, tidak semua kita bisa ikut dari semua akhlak Rasulullah Saw itu. dan Allah SWT diantara seluruh wanita, dan Allah pilihkan antara Putri-putri Rasulullah Saw yaitu Sayyidah Fathimah bisa kita jadikan panutan.
ketika Rasulullah Saw bersabda " barang siapa yang mencintai Sayyidah Fathimah maka dia mencintai aku dan barang siapa yang membenci Sayyidah Fathimah maka dia membenci ku, dan seluruh nasab akan terputus kecuali dari nasabku (nasab Rasulullah Saw)."
Sayyidah Fathimah terdidik dari didikan Rasulullah Saw langsung. kalau saja ada seorang anak selalu ngikutin orang tua (ayah dan ibu) suatu saat sifatnya akan mengikuti dan selalu bergandengan orang tua. dan bagaimana orang yang duduk berdekatan dengan Rasulullah Saw. Sayyidah Aisyah berkata "tidaklah aku melihat dari Sayyidah Fathimah mirip dengan Rasulullah Saw. dari tertawa, senyum, jalannya mirip dengan Rasulullah Saw." kata sayyidina Umar "Sayyidah Fathimah keluar rumah dan terlihat dari belakang seakan-akan itu Rasulullah Saw dan itu belum turun ayat hijab." dan beginilah kita lihat dari yang kita ceritakan tadi kemiripan Sayyidah Fathimah dengan Rasulullah Saw begitu sama.
Pada suatu hari Sayyidina Hasan dan Husein sakit dan diketahui oleh Rasulullah Saw. Rasulullah Saw menjenguk dan berkata kenapa tidak meminta pendapat kepadaku?.....
Dan Allah ta'ala sgt gembira dengan keluarga ini mereka berpuasa dan mereka tetap memberikan hartanya walaupun di landa kelaparan. ketika mereka berdua berbicara orang yatim dan miskin meminta makanan dan pada saat itu mereka membutuhkan. kami tidak mengharapkan pujian dari manusia akan tetapi kami mengharapkan balasan dari Allah SWT. dan ketika melakukan memberikan hartanya dalam keadaan lapar untuk tetap berpuasa. sayyidina Jibril datang dan memberikan makanan kepada mereka. dan Allah SWT bergembira dan selama 3 hari mereka menahan kelaparan sampai Sayyidah Fathimah Az-Zahra pingsan karena menahan kelaparan. dari sini kita lihat imannya Sayyidah Fathimah Az-Zahra, besar dan tumbuh dari qudwah Rasulullah Saw dan ketika orang miskin, yatim, pengemis dan mereka memberikan tadi. kami tidak ingin ucapan dan balasan dari kalian namun kami mengharapkan balasan dari Allah SWT. kami meminta balasan di akhirat kelak. dari cerita ini maka Allah jadikan Sayyidah Fathimah dijadikan penghulu wanita. dalam Qur'an Surah Annisa tentang kenikmatan surga dan tentang bidadari di surga. Sayyidah Fathimah tidak ada tandingannya dengan bidadari di surga. dari ini semua kedudukan Sayyidah Fathimah begitu agung dan kita ketahui kedudukan Sayyidah Fathimah di sisi Allah SWT dan Rasulullah Saw. kita harus mengetahui Rasulullah Saw sangat mencintai Sayyidah Fathimah dan berbakti kepada kedua orang tuanya. karena kebaktiannya Allah ridho dengan Sayyidah Fathimah.
ketika Rasulullah Saw sebelum wafat membisiki telinga Sayyidah Fathimah dan Sayyidah Fathimah tertawa dan kuping sebelah Sayyidah Fathimah menangis.
setelah Rasulullah meninggal, Sayyidah Aisyah ini penasaran dengan apa yang di bisiki oleh Rasulullah Saw. ...... itulah namanya cinta
dan dari Rasulullah Saw meninggal, Sayyidah Fathimah tidak pernah tersenyum dan senyuman itu hanya untuk Rasulullah Saw. hingga rumah sudah tidak terurus karena sakit parah merindukan Rasulullah Saw.
kita tahu bahwasanya masih muda umurnya. umurnya 26 tahun. setelah umur 25 tahun sangat memikul beban berat. memiliki anak dan suami lalu setelah meninggal ayahnya beban itu semakin berat. beliau memanggil Sayyidah asma. Sayyidah asma itu adalah istri Sayyidina Ja'far. Sayyidina ja'far saudara sayyidina Ali bin Abi Thalib. suatu malam Sayyidah Fathimah menangis terisak-isak lalu Sayyidah asma bertanya "kenapa engkau menangis sampai terisak-isak begini?."
lalu Sayyidah Fathimah menjawab : "bagaimana aku tidak menangis. bagaimana mereka memperlakukan mayat wanita yang hendak di bawa ke kuburan hanya dengan tertutup dengan kain dan terlihat lekuk tubuhnya."
bahwasanya betapa besar rasa malu Sayyidah Fathimah Az-Zahra, dan rasa malu itu menjadi perhiasan besar wanita, ini merupakan tarbiyah yang mulia dari Rasulullah Saw.
dan kita lihat betapa malunya Sayyidah Fathimah dibandingkan terbuka. tanyakan pada diri kita bagaimana pakaian, hijab yang kita pakai. Maka dengan ini Sayyidah Fathimah sangat besar rasa malunya.
Sayyidah asma berkata "aku pernah melihat orang habasyah mereka membawa mayat di tutupi dengan kain dan pelepah kurma hingga terbentuk kubah dan di tutupi kain kembali hingga tak terlihat lekuk tubuhnya."
Sayyidah Fathimah Az-Zahra "bisakah kamu membuat seperti itu ketika aku wafat nanti wahai asma ?." ketika mewasiatkan itu Sayyidah Fathimah memanggil Sayyidina Ali, Wahai Ali aku akan mewasiatkan 3 :
1. sampaikanlah rasa malu untuk para wanita
2. wahai Ali sebentar lagi ajalku dan aku bertemu dengan ayah dan ibuku. Dan sayyidina Ali bersedih dan sangat terpukul.
ternyata ini bukan wasiat Sayyidah Fathimah namun ucapan kepada sayyidina Ali.
maka wasiatnya adalah :
1. jika aku mati nanti nikahkan Umamah anaknya sayyidah Zainab. setelah itu sayyidina Ali menikah dengan Umamah dan tidak memiliki keturunan.
2. wahai Ali kalau aku nnti meninggal maka mandikanlah aku dan tidak boleh ada yang memandikan aku kecuali engkau. lalu sayyidina Ali yang memandikan Sayyidah Fathimah di bantu oleh Sayyidah asma menyiapkan air. bahwa dari ini rasa malunya sangat besar dari pendidikan Rasulullah Saw.
3. kalau aku meninggal nanti kuburkan aku di malam hari. dari sini kita belajar beliau di kuburkan di malam hari Sayyidah Fathimah memiliki sifat tawadhu yang tidak ingin di lihat oleh orang lain.
Ketika itu Sayyidah Fathimah memanggil Sayyidah Zainab, dan berkata aku sebentar lagi mendekati ajal dan jagalah anakku Al Hasan wal Husein. Sayyidah Fathimah mewasiatkan kepada Sayyidina Ali. dari mereka kita belajar akhlak yang mulia dan jadikanlah mereka berdua pelipur lara dirimu wahai Sayyidah Zainab dan selalu membawanya.
Wasiat Sayyidah Fatimah kepada ummatnya Rasulullah SAW. Lalu kita liat diri kita bagaimana dengan wasiat itu, bagaimana hubungan hati kita dengan Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein.
Rasulullah SAW bersabda “Siapa yang mencintai Sayyidina Hasan dan Husein serta ibunya akan bersamaku disurga kelak”
Tidak ada jalan yang lebih cepat menyampaikan kita dengan Allah SWT kecuali degan mencintai Ahli Bait Rasulullah SAW.
Ketika wasiat Sayyidah Fatimah kepada Sayyidah Zainab, Sayyidah Fatimah berkata “Hendaklah kamu berhati-hati kepada ummatnya Rasulullah SAW”
Maknanya: Perhatikanlah kepada faqir miskin, perhatikan akhlaq kepada yang lebih tua dan lebih muda.
Setelah ini Sayyidah Zainab selalu ingat dengan wasiat tersebut dimanapun setiap Sayyidah Zainab berpindah tempat.
Dan kita bertanya pada diri kita apa yang dilakukan sebagai ummatnya Rasulullah SAW?
Sekarang coba kita sama sama untuk membayangkan, seandainya kita ini didalam rumah lalu ada seseorang yang mengetuk pintu, dan orang itu menjawab bahwa beliau adalah Rasulullah SAW. Lalu bagaimana perasaanmu ketika engkau mengetahui bahwasannya orang yang mengetuk pintu itu adalah Rasulullah SAW, pasti akan bingung apakah akan tersenyum atau memeluknya, dari sini apa yang kita lakukan sebagai ummatnya Rasulullah SAW.
Setelah wasiat Sayyidah Fatimah kepada Sayyidah Zainab yang kedua, lalu Sayyidah Fatimah berdiri menuju kamar mandi lalu beliau mandi. Mandinya tersebut adalah mandi mayit yang dilakukan sendiri oleh Saayidah Fatimah. Lalu setelah itu beliau ke kasur dan berbaring dan beliau mengucapkan satu kalimat wahai diri yang begitu tenang kembalilah engkau kepada Tuhanmu dengan hati penuh keridhoan. Setelah itu Sayyidah Fatimah meninggal. Orang Madinah sangat sedih mendengarkan kabar meninggalnya Sayyidah Fatimah. Karena setelah Rasulullah SAW wafat, orang madinah banyak yang datang kepada Sayyidah Fatimah untuk bertanya segala sesuatu.
Dan ketika itu Sayyidina Ali keluar untuk memberitahu orang-orang madinah dan berkata kepada orang-orang tersebut untuk melihat Sayyidah Fatimah dan Sayyidah Fatimah akan dikuburkan esok. Tetapi orang mengira esok hari itu adalah besok harinya tapi Sayyidah Fatimah dikuburkan pada maghrib.
Orang yang menguburkan Sayyidah Fatimah adalah Sayyidina Ali yang membawa Sayyidina Hasan dan Husein, Sayyidina Abas bin Abi Thalib. Setelah keesokan harinya Sayyidah Fatimah sudah dikuburkan lalu datang Sayyidina Abu Bakar datang untuk membantu mempersiapkan kubur karena Sayyidina Umar tidak mengetahui kalau Sayyidah Fatimah sudah dikuburkan. Sayyidina Ali berkata besok maksud aku adalah setelah maghrib.
Setelah itu ketika sudah dikuburkan, lalu Sayyidina Ali mengucapkan beberapa bait syair. Bahwasannya berpisah aku dengan Sayyidah Fatimah adalah perpisahan dengan Ahmad yaitu Rasulullah SAW, dalil bahwasannya segala sesuatu tidak ada yang kekal. Perpisahan didunia itu lazim. Perpisahan dengan seseorang yang engkau cintai begitu sangat menyakitkan daripada sebuah kematian. Kematian Sayyidah Fatimah ini merupakan musibah besar bagi Sayyidina Ali, anak anak beliau Ummu Kulsum, Zainab dan orang orang di Madinah. Semoga kita semua dapat mengikuti jejak Sayyidah Fatimah dan kita bisa masuk didalam penjagaan dan mengikuti akhlaq Sayyidah Fatimah.
Kalau kita mau bersama, berjalan dijalan Sayyidah Fatimah yang pertama kita harus punya rasa cinta. Mengikuti beliau, rasa malu beliau. Orang yeng pertama yang melewati sirath yaitu Sayyidah Fatimah. Sirath itu lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari sayatan pedang.
Ketika Sayyidah Fatimah akan melewati sirath Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk mengumumkan kepada para ahlu mahsyar yaitu “Wahai ahlul Mahsyar tundukan pandangan kalian dan tutup mata kalian bahwasannya Sayyidah Fatimah anak Rasulullah SAW akan melewat di sirath.”
Ketika Sayyidah Fatimah melewati sirath, beliau melewati begitu cepat dan dibelakang beliau seperti ada cahaya yang bersama beliau. Dan dikatakan bahwasannya cahaya tersebut adalah para wanita yang ada didunia ini yang mengikuti jejak Sayyidah Fatimah. Dan itu adalah kemuliaan Sayyidah Fatimah dan wanita yang mengikuti jejak Sayyidah Fatimah.
Ketika orang-orang yang di sirath itu menunjukan bahwa dari sini cuman karena cinta. Jika seseorang itu cinta maka orang itu akan mengikutinya. Jika seseorang suka dengan kebaikan maka dia tidak akan suka dengan keburukan
Cerita Ahsabul Kahfi. Ketika itu Allah SWT telah sebutkan nama anjing Ashabul Kahfi yang mana anjing ini kalau menurut ilmu fiqih adalah najis besar yang harus dibersihkan dengan beberpa kali basuhan hingga najis itu hilang. Dan Anjing ini punya kemuliaan, disebutkan dalah Al Quran. Dalam bahasa arab anjing itu Kalbun berganti menjadi Qalbun, perbedaannya anjing ini mempunyai hati. Karena setelah dia mengikuti Ashabul kahfi padahal sudah diusir beberapa kali tetapi dia masih mau ikut, hingga akhirnya pada saat itu Ashabul kahfi lagi di goa anjing inipun ikut dan dia tidak menyerah, memiliki hati dan ikatan dengan Ahsabul Kahfi. Dengan ini menunjukan bahwa cinta itu dengan mengikuti.
Semoga Allah SWT jadikan cinta kita ini didalam hati kita, jadikan hati kita cinta kepada Sayyidah Fatimah.
Habib Abu Bakar Al Atos lalu di tanya oleh Habib Ali Al Habsyi. Ketika ditanya apakah jalan yang cepat menuju Allah SWT dan Rasulullah SAW, lalu Habib Abu Bakar Al Atos menjawab “Hendaklah engkau pertama kali yang engkau ketuk pertama kali yaitu hatinya Saayidah Fatimah.”
Apakah hukumnya bekerja yang didalemnya terdapat ikhtilat, seperti bekerja yang kebanyakan rata-rata adalah laki-laki?
Ambil pendapatnya Habib Ali Al Jufry,di zaman ini memang sulit untuk menghindari hal seperti ini. Bagaimana dari kita sendiri.
1. Kita harus menjaga pakaian yang kita pakai. Hendaklah jangan pakai baju yang berwarna , pakai pakaian yang berwarna hitam karena leboh sediikit pada ketertarikan.
2. Pakai jilbab yang besar
3. Tanpa make up
Kalau orang itu sangat cantik hendaklah dia lebih bagus beliau pakai niqab. Seandainya ada pekerjaan di tempat lain yang lebih baik dan bisa dihindari dari hal seperti ini itu lebih baik.
Ketika kita mengingat Sayyidah Fatimah kita mengirim Fatihah kepada Sayyidah, banyakin sholawat akan kah Sayyidah Fatimah hadir disamping kita? Boleh gak kalau kita bayangin kalau Sayyidah Fatimah hadir disamping kita dan membayangkan beliau tersenyum kepada kita? Boleh kah kalau kita berkeluh kesah kepada Sayyidah Fatimah?
Arwah kita itu dulu pernah bertemu sebelum diciptakan sebagai manusia. Kalaupun kita merasa ketika kita mengirimkan Fatihah kepada Sayyidah Fatimah, dan kita merasa Sayyidah Fatimah itu hadir, itu boleh hal seperti itu. Ada sebagian ulama yang membolehkan dengan berkeluh kesah, bercerita. Kadang kita merasa kehadiran sesuatu yang baik itu merupakan kabar gembira. Maka beruntunglah orang yang merasa kehadiran orang-orang baik disekitarnya.
Tentang pernikahan Sayyidah Fatimah Azzahra pada zaman sekarang kebanyakan pakaian pernikahan perempuan syar’i tapi membentuk tubuh dan kebanyakan hijabnya dililit ke leher, sehingga aurat terlihat tampak itu bagaimana?
Sebenernya pernikahan yang memakai pakaian yang terlihat bentuk tubuhnya, jilbabnya sangat pendek, itu kesalahan yang besar. Pada saat Sayyidah Fatimah menikah pakai baju yang berlapis-lapis. Hingga tidak terlihat bentuk tubuhnya beliau. Jangan sampai kita terpengaruh.

Comments
Post a Comment