KETELADANAN DAN AKHLAK TERPUJI SAYYIDAH FATIMAH

  KETELADANAN DAN AKHLAK TERPUJI SAYYIDAH FATIMAH

๐Ÿง•๐Ÿป USTADZAH DARA HUSAEIN



Daam kitab iqdulul dituliskan bagimana akhlak Sayyidah Fatimah. Akhlaq Sayydah Fatimah:

1. Itsar: Lebih mengutamakan orang lain dibandingkan beliau sendiri

Itsar ada dalam QS. Al-Insan 76:

Beliau melakukan kebaikan itu bukan untuk diri beliau sendiri. Dimana beliau mengajarkan kepada kita untuk itsar.

Orang yang itsar itu sama dengan rang yang berbuat kebajikan. Dan orang yang melakukan kebajikan (Itsar), mereka akan meminuma dari mata air di dalam surga. Orang yang melakukan kebaijkan, orang-orang yang sering melakukan itsar dalam firman Allah SWT dituliskan:

“Dia mengutamakan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, mereka akan meminum daripada gelas-gelas yang berisi air Kafur (Air yang berasal dari mata air di surga).

Dalam hadist dikatakan bahwa:

“Barangsiapa berada di dalam hajat saudaranya maka Allah SWT yang akan menjadikan hajat di dalam dirinya.”

Jika kita melakukan/ mengabulkan hajat orang lain semampu kita maka apapun yang menjadi hajat kita biarkan Allah SWT yang mengabulkannya.

Sayyidah Fatimah mengajarkan kepada kita itsar, Sayyidah Fatimah pun mengajarkan kepada kita untuk memberi kepada orang faqir. Bagaimana memberi kepada orang miskin, karena Sayyidah Fatimah tau kelanjutan ayat dari Surat Al- Insan.


2. Tasoddaq: Memberi kepada faqir dan miskin

Dimana ketika memberikan makan atas cinta beliau terhadap orang miskin dan anak yatim, karena ketika beliau memberikan makan itu, yang beliau harapkan yaitu balasan dari Allah SWT bukan mengharap kepada siapa beliau beri.

Ketika kita ingin memberi sesuatu kepada orang lain, berikan itu dengan ikhlas, bukan mengharapkan balasan dari orang itu, tapi karena kita menunjukan rasa cinta kita dengan memberi dan mengharapkan balasannya dari Allah SWT, dan mensyukuri atas apa yang sudah Allah SWT berikan kesempatan kepada kita. Karena ketika ada orang meminta kepada kita, maka kita harus banyak-banyak bersyukur kepada orang yang meminta kepada kita karena saat itu Allah SWT sedang memberikan jalan kepada kita, bahwa Allah SWT memberikan jaza (Memberikan balasan kepada kita).

Seperti cerita Sayyidah Ftimah dengan Sayyidina Ali, bahwa ketika adanya itsar disini memberi kepada faqir miskin kita tahu pada saat itupun Sayyidah Fatimah dengan Sayyidina Ali sedang berpuasa dan dirumah hanya ada air putih dan kurma. Ketika ingin berbuka puasa datang seorang faqir mengetuk pintu rumahnya Sayyidah Fatimah dan Sayyidina Ali untuk meminta makan, karena seorang faqir miskin inipun belum makan. Dan diambilkannya oleh Sayyidah Fatimah air minum dan kurma itu kepada seorang faqir miskin tersebut. Dan yang dilakukan Sayyidah Fatimah dan Sayyidina Ali ketika tidak ada lagi yang bisa diminum dan tidak ada lagi kurma yang  bisa dimakan untuk berbuka pua. Maka Sayyidah Fatimah dan Sayyidina Ali melanjutkan puasanya di malam hari.

Ketika Sayyidah Fatimah memberikan apa yang beliau punya, beliau percaya bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik untuk beliau.

3. Ijtihad dalam beramal sholeh

Bahwa ketika ada waktu beliau melakukan ketaatan untuk mendekatkan diri beliau kepada Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam Surat Al- Insan 76: 10:

ุงِู†َّุง ู†َุฎَุง ูُ ู…ِู†ْ ุฑَّุจِّู†َุง ูŠَูˆْู…ًุง ุนَุจُูˆْุณًุง ู‚َู…ْุทَุฑِูŠْุฑًุง

innaa nakhoofu mir robbinaa yauman 'abuusang qomthoriiroo

"Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.""

(QS. Al-Insan 76: Ayat 10)

Hari dimana orang-orang akan ketakutan atas apa yang ditunjukan oleh Allah SWT, dan itu menjadikan wajah-wajah mereka seperti orang yang bermuka masam.

Dan itu menjadikan Sayyidah Fatimah ijtihad dalam beramal sholeh.

Akan ada masa/ waktu semua orang akan dikumpulkan di dlam satu tempat, dan di dalam satu tempat itu semuanya itu ada beberapa yang menunjukan muka masam.

Kenapa menunjukan muka yang masam?

Karena amal yang tidak dilakukan ketika masih diberikan kesempatan didunia ini.

Maka Sayyidah Fatimah ijtihad dalam beramal sholeh. Walaupun beliau tau bahwa beliau merupakan penghuku wanita di surga, tapi beliau takut . beliau tidak pernah berhenti melakukan ketaatan.

Ada rasa takut di dalam hati beliau.

Kalau Sayyidah Fatimah merasa takut lalu beliau berijtihad dalam beramal sholeh bagaimana dengan kita?

Sayyidah Fatimah yang menjadi penghulu surga tapi ada rasa takut, ada ijtihad, kesungguhan untuk melakukan amal sholeh, ada kesungguhan dalam melakukan ketaatan supaya tidak masuk ke golongan orang-orang yang berwajah masam di waktu nanti.

Sedangkan dalam hadist Nabi Muhammad SAW dikatakan diriwayatkan oleh Sayyidina Ans bin Malik.

Pada saat itu Sayyidina Ans sedang mendengarkan Nabi Muhammad SAW sedang khutbah, tidak pernah mendengarkan khutbah ini. Nabi Muhammad SAW mengatakan: “Seandainya kalian tau apa yang aku tau, maka kalia akan lebih banyak menangis.”

Setelah mendengarkan khutbah Nabi Muhammad SAW. Semua sahabat menutup wajahnya masing-masing karena ada rasa takut, gelisah ketika mendengar khutbah yang disampaikan Nabi Muhammad SAW.

Lalu Sayyidina Anas bin Malik meriwayatkan hadist bahwa Nabi Muhammad SAW berkata:

“Kalau kalian tau apa yang aku tau, sedikit ketawa akan lebih banyak menangis.”

Sekuat apa iman kita?

Sampaikan kita merasa aman sampai saat ini.

Ketika Allah SWT menciptakan Sayyidah Fatimah, dari Rasulullah SAW dan Siti Khadijah itu untuk mengingatkan dan juga menyadarkan kita bahwa penghulu wanita surga , bahwa pemimpin wanita di surga pun takut kepada Allah SWT sehingga beliau sibuk beramal sholeh.

Sama seperti kita mengakui bahwa kita cinta dengan Sayyidah Fatimah. Kata Imam Hadad:

“Sempurnanya rasa cinta seseorang terhadap orang dicintanya, dengan mengikuti siapa yang dicintai.”

Kata Rasulullah SAW: “ Ketika kita mencintai seseorang maka dengan siapa yang kita cintai, maka dengan beliau kita akan dikumpulkan.”

Kita butuh contoh sebaik-baiknya perempuan Sayyidah fatimah ada wujudnya, ada sosoknya, ada sejarahnya, ada kitab yang menceritakan kisah Sayyidah Fatimah.

Lalu bagaimana kita i’tiba dengan apa yang kita cari selama ini?

Dengan mencoba itsar Tasoddaq            Ijtihad Memperbaiki amal kita selama ini.M rasa takut dalam dirinya kita tentang dunia yang fana untuk menyibukkan bekal akhirat yang kekal Min Ahli Syukur.


4. Min Ahli Syukur

Sayyidah Fatimah sangat suka bersyukur atas nikmat yang Allah SWT beri kepada beliau.

Rasa syukurnya adalah entah Allah SWT beri itu nikmat, ujian atau yang lainnya yang ada pada hidup Sayyidah Fatimah selalu ada kalimat Alhamdulillah yang keluar dari lisannya.

Mensyukuri yang Allah SWT kasih karena beliau percaya karena semua yang terjadi pada hidup beliau semuanya datang dari Allah SWT.

Dan ketika bersyukur atas nikmat Allah SWT berikan maka Allah SWT akan memberikan sesuatu yang lebih.

Ketika Allah SWT memberikan kita ujian lalu ita bersyukur kepada Allah SWT, Allah SWT tambah ujiannya tapi bukan menjadikan kita jauh dari Allah SWT tapi membuat kita tersadar bahwa terlalu banyak dosa di dalam diri kita. Allah SWT jadikan ujian itu sebagai pembersih di dalam diri kita. Karena kita sadar apapun yang kita lakukan selama ini Allah SWT yang membersihkan.

Sayyidah Fatimah mengajarkan kepada kita banyak bersyukur atas apa yang Allah SWT berikan.

“Semakin bersyukur seseorang seseorang maka semakin mudah seseorang mendekatkan diri kepada Allah SWT”.

Bagian dari tanda seorang hamba adalah seorang hamba yang mensyukuri apa yang diberi.

Sayyidah Fatimah tidak hidup dalam kemewahan tapi beliau mensyukuri apa yang ada. Semakin beliau mensyukuri semakin berkah hidup beliau.

Sayyidah Fatimah suatu hari tidak punya apa-apa di rumah beliau tetap bersyukur. Datang Sayyidina Ali membawa gandum dibuat dari tangan suci Sayyidah Fatimah membuat gandum itu supaya bisa menjadi tepung, lalu menjadi roti yang dibuat oleh tangan beliau tanpa alat apapun.

“Tidaklah datang kenikmatan yang Allah SWT berikan kecuali tanpa wasilah Rasulullah SAW.”

Satu-satu oleh kita akhlaq Sayyidah Fatimah diistiqomahkan. Supaya ketika kita menghadap Allah SWT tidak malu.

Suatu wasiat terakhir yang disampaikan Sayyidah Fatimah. Ketika Sayyidah Fatimah bisa meminta apapun kepada Nabi Muhammad SAW beliau hanya meminta satu yaitu “Izinkan aku untuk bisa memberikan syafa’at kepada mereka yang berusaha mengikuti langkahku.”


Alfaqirah ๐Ÿฅ€ 

Salam Cinta ♥︎

๐“œ๐“ฝ. ๐““๐“ช๐“ช๐“ป ๐“ฉ๐“ช๐“ฑ๐“ป๐“ช 

SPECIAL MILAD SAYYIDAH FATHIMAH AZZAHRA


Comments

Popular posts from this blog

MILAD SAYYIDAH FATHIMAH AZZAHRA - USTADZAH DARA HUSEIN

WANITA YANG DIRINDUKAN SURGA

Perjuangan dan pernan sayyidah Fatima dalam menyebarkan dakwah