Keberkahan rumah tangga Sayyidah Fathimah Az-Zahra
π§π» Ustadzah Maryam Ali
Tema : Keberkahan rumah tangga Sayyidah Fathimah Az-Zahra
Dalam kitab iqdulul Sayyidah Fathimah adalah seorang wanita yang pantas di jadikan teladan atau role model istri yang taat pada suaminya. banyak sekali kemuliaan menjadi istri yang baik dan kesabaran dan menanggung beban. Perempuan yang rajin mengurus rumah dan memberikan hak suami dengan sebaik-baiknya. Beliau menumbuk gandum sampai tangan bengkak, Sayyidah Fathimah menyapu sampai baju nya berubah menjadi warna coklat, serta mengangkat air sendiri sampai dada terasa sesak. Bagaimana mindset perempuan zaman sekarang dengan hidup yang mewah, suami yang kaya raya, dan keluarga yang bermegah-megahan karena yang mereka contoh adalah selebgram. Ketika kita melihat sesuatu maka kita akan mencintai dan ketika kita sudah cinta maka kita mengikutinya. anak zaman sekarang sudah kehilangan figur, padahal Sayyidah Fathimah adalah sebaik-baiknya figur. Bagaimana Sayyidah Fathimatuzahro dalam mengurusi rumah tangga, menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya dengan semua itu menjadikan rumah tangga yang membawa keberkahan.
Rasulullah Saw bersabda " ketika aku rindu dengan bau surga maka aku mencium kening Sayyidah Fathimah."
Pada saat Sayyidah Fatimah Az-Zahra meminta budak pada Rasulullah, Rasulullah memberi pilihan kepada Sayyidah Fatimah Az-Zahra untuk mendapatkan budak atau sesuatu yang lebih baik. Lalu Sayyidah Fatimah Az-Zahra tentunya memilih opsi kedua.
Dan Rasulullah berkata: "Ini ada beberapa kata yang aku diajarkan oleh Jibril, yaitu: Membaca dzikir setelah sholat (SubhanaAllah 10×, Alhamdulillah 10× dan Allahu Akbar 10×).
Dan saat kalian hendak menuju tempat pembaringan, maka bacalah (SubhanaAllah 33×, Alhamdulillah 33× & Allahuakbar 34×). Kalimat ini lebih baik dadipada seorang budak.
Bukti bahwa Rasulullah saw mendidik putri tercinta beliau dengan standar zuhud yang sangat luar biasa, dapat kita lihat dari cerita kalung. Suatu ketika Sayyidah Fathimah menggunakan sebuah kalung emas dan berkunjung ke rumah ayahandanya, Nabi Muhammad saw. Ketika Rasulullah saw melihat putri beliau menggunakan kalung emas, maka seketika raut wajah beliau berubah. Sayyidah Fathimah adalah orang yang paling dekat dengan Nabi, sehingga beliau langsung paham bahwa Ayahandanya tidak menyukainya. Bagi beliau, keridhaan ayahnya sangat berarti, sehingga beliau sangat tersiksa bila melihat Nabi saw tidak ridha dengan perbuatan beliau.
Sehingga, beliau langsung pulang dan menjual kalung emas tersebut. Lalu, beliau membeli seorang budak, lalu dimerdekakan budak tersebut. Setelah itu, beliau kembali kepada ayahandanya dan menceritakan semuanya. Mendengar hal itu, nabi pun tersenyum bangga kepada putrinya.
Dari sini, dapat kita pahami, bahwa Nabi tidak ingin putrinya menyukai/tertarik dengan perhiasan dunia, walau pun sesuatu itu berasal dari harta yang halal (kalung Sayyidah Fathimah dibeli dari hasil pekerjaan halal Abi Bin Abi Thalib Ra).
Alfaqirah π₯
Salam Cinta ♥︎
ππ½. ππͺπͺπ» π©πͺπ±π»πͺ
SPECIAL MILAD SAYYIDAH FATHIMAH AZZAHRA

Comments
Post a Comment