SAYYIDAH FATHIMAH SEBAGAI KIBLATNYA WANITA

Tema : Sayyidah Fathimah Sebagai Kiblatnya Wanita

Ustadzah Halimah Alaydrus

--------------------------------------------------------------------




Rasulullah saw mendidik Sayyidah Fathimah dengan standar zuhud yang sangat tinggi sekali bagi manusia biasa seperti kita. Jauh sekali dari kehidupan yang kita jalani saat ini. Sayyidah Fathimah menjalani kehidupan dunia ini seperti yang digambarkan dalam Al- Quran dalam surah Al-A’la ayat: 17 yang bermakna “dan sesungguhnya kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal”. Maka, bila dibandingkan dengan kehidupan kita saat ini, masih jauh, kita tidak ada apa-apanya.

Dan dikatakan bahwasanya orang yang paling cerdas dan jenius itu adalah orang yang paling pandai hitung-hitungan tentang keuntungan kehidupan di negeri yang abadi (akhirat). Maka, Sayyidah Fathimah adalah orang yang paling paham tentang itu semua. Sehingga hidup di dunia, tapi orientasinya akhirat.

Bukti bahwa Rasulullah saw mendidik putri tercinta beliau dengan standar zuhud yang sangat luar biasa, dapat kita lihat dari cerita kalung. Suatu ketika Sayyidah Fathimah menggunakan sebuah kalung emas dan berkunjung ke rumah ayahandanya, Nabi Muhammad saw. Ketika Rasulullah saw melihat putri beliau menggunakan kalung emas, maka seketika raut wajah beliau berubah. Sayyidah Fathimah adalah orang yang paling dekat dengan Nabi, sehingga beliau langsung paham bahwa Ayahandanya tidak menyukainya. Bagi beliau, keridhaan ayahnya sangat berarti, sehingga beliau sangat tersiksa bila melihat Nabi saw tidak ridha dengan perbuatan beliau.

Sehingga, beliau langsung pulang dan menjual kalung emas tersebut. Lalu, beliau membeli seorang budak, lalu dimerdekakan budak tersebut. Setelah itu, beliau kembali kepada ayahandanya dan menceritakan semuanya. Mendengar hal itu, nabi pun tersenyum bangga kepada putrinya.

Dari sini, dapat kita pahami, bahwa Nabi tidak ingin putrinya menyukai/tertarik dengan perhiasan dunia, walau pun sesuatu itu berasal dari harta yang halal (kalung Sayyidah Fathimah dibeli dari hasil pekerjaan halal Abi Bin Abi Thalib Ra).

Ini bukan bermakna nabi melarang ummatnya dari kalangan wanita untuk memakai perhiasan. Namun, beliau mengkhususnya pendidikan tersebut pada putri beliau yang memang dididik dengan akhlak yang zuhud terhadap nikmat dunia.

 

Meskipun kita tidak dilarang untuk menggunakan nikmat dunia, namun kita perlu mengambil pelajaran dari kisah hidup Sayyidah Fathimah bahwasanya letakkanlah dunia hanya di genggaman tanganmu, jangan di hatimu. Misalnya kita menginginkan suatu nikmat, katakanlah I Phone 13, jangan sampai keinginan itu menguasai hati kita hingga terbawa mimpi. Tapi sebatas keinginan yang biasa saja. Hingga, jika kita mendapatkannya, jadikan media tersebut untuk membantu kebaikan. Intinya, jadikan dunia sebagai alat untuk memperoleh keuntungan akhirat.

Memang ini semua berat, karna ujian bagi laki-laki adalah wanita. Sedangkan ujian bagi wanita adalah dunia dan segala keindahannya, baik itu pakaian mewah, harta, kecantikan dan lain sebagainya.

Habib Umar Bin Hafidz dalam sebuah majelis pernah menceritakan tentang kisah seorang ayah dengan anak perempuannya. Malam itu, di rumah mereka tidak ada makanan apapun yang bisa dimakan, sementara mereka dalam keadaan lapar sekali. Sang anak berkata kepada ayahnya “Wahai ayah, sepertinya kita akan kelaparan, karena Allah tidak memberi rezeki apapun kepada kita hari ini”. Mendengar ucapan tersebu, sang ayah lalu berkata “kamu jangan kegeeran Nak, Allah tidak akan menguji kita dengan ujian yang sama seperti ujiannya para rasul”. Tak lama setelah itu, seseorang pun datang untuk mengantarkan sedekah makanan.

Dari kisah ini, kita dapat mengambil hikmah bahwasanya ujian yang Allah berikan kepada keluarga Nabi karena Allah hendak memuliakan mereka, karena keistimewaan. Seperti keluarga Sayyidah Fathimah yang pernah berpuasa tiga hari berturut-turut tanpa makanan apapun kecuali hanya air putih saja, karna semua makanan telah disedekahkan kepada orang yang lebih membutuhkan. Sehingga kejadian ini dikabarkan oleh Allah sendiri di dalam ayat Al-Quran. Sungguh ini menunjukkan, bahwa dunia tidak ada apa-apanya, mereka para keluarga nabi tidak mengambil nikmat dunia bukan karena tidak mampu, tapi karena pilihan, karena sesungguhnya kehidupan yang bernilai tinggi itu adalah kehidupan akhirat.

Sayyidah Fathimah sangat mencintai Nabi Muhammad saw, begitu pula sebaliknya. Ketika Nabi wafat, beliau sangat terpukul karna berpisah dengan orang yang sangat dicintainya. Sebelum wafat, Nabi membisikkan sesuatu yang membuat beliau menangis, lalu tertawa. Hal ini membuat Sayyidah Aisyah penasaran, namun beliau tidak memberi taukan rahasia yang dibisikkan oleh Rasulullah jika Rasulullah masih hidup.

 

Hal ini menjadi pembelajaran bagi kaum wanita, bahwasanya kita harus pandai menjaga rahasia. Jangan menjadi wanita yang mudah membeberkan cerita apa saja yang didengarnya kepada orang lain, apalagi bila itu adalah aib.

Salah-satu sifat mulia yang selalu melekat pada diri Sayyidah Fathimah adalah rasa malu beliau yang sangat tinggi. Sehingga Allah akan memberikan kemuliaan kepada beliau di akhirat nanti. Saat beliau dan para rombongannya akan lewat di atas sirath, akan ada malaikat yang menyerukan agar semua mata menundukkan pandangannya hingga beliau dan rombonganya masuk ke dalam syurga.

Sayyidah Fathimah wafat di usia 29 tahun, beberapa bulan setelah Nabi wafat. Hal inilah yang dikhabarkan Nabi kepadanya, bahwa perpisahan mereka tidak lama, sehingga Sayyidah Fathimah bahagia. Beliau dikuburkan di pemakaman Baqi’.

Meskipun tidak berumur panjang, tapi kehidupan beliau sangat berkah dan beliau telah menjadi contoh yang sempurna bagi kita. Maka, janganlah kita menunggu tua untuk memperbaiki diri, lakukan dari sekarang, karena kita tidak tau sampai kapan kita masih bisa hidup di dunia ini.

Semoga kita semua bisa mengikuti akhlak beliau, sehingga kita layak untuk menjadi salah-satu wanita yang akan berjalan di belakang beliau, menjadi rombongan yang akan dipimpin oleh beliau untuk memasuki syurganya Allah SWT.

Wallahu’alam Bis Shawab.


Ahad, 23 Januari 2022/21 Jumadil Akhir 1443 Hijriah #BanatJannati


Salam, 


Fakir Ilmu 

Comments

Popular posts from this blog

MILAD SAYYIDAH FATHIMAH AZZAHRA - USTADZAH DARA HUSEIN

WANITA YANG DIRINDUKAN SURGA

Perjuangan dan pernan sayyidah Fatima dalam menyebarkan dakwah