KEISTIMEWAAN DETIK KELAHIRAN SAYYIDAH FATHIMAH

Catatan materi Kajian Milad Sayyidah Fathimah Az-Zahra Bersama: Ummi Fairuz Ar-Rahbini

Tema : KEISTIMEWAAN DETIK KELAHIRAN SAYYIDAH FATHIMAH

---------------------------------------------------------------------



Bila kita membahas tentang kemuliaan Sayyidah Fathimah Az-Zahra, maka sebanyak apapun pembahasan kita, tidak akan bisa menggambarkan kemuliaan diri beliau yang sesungguhnya. Namun, perlu kita ingat bahwasanya dalam mencari literatur tentang Sayyidah Fathimah Az-zahra kita harus berhati-hati, karna banyak beredar buku sejarah bohong yang seolah-olah menyanjung Sayyidah Fathimah Az-Zahra, namun mereka ada yang menyanjung dengan sangat berlebihan sehingga seolah-olah kemuliaan Rasulullah saw berada di bawah beliau. Ada juga buku-buku yang menceritakan tentang Sayyidah Fathimah, namun menyelipkan provokasi agar kita membenci para sahabat Rasulullah seperti Abu Bakar As- Siddiq (Ibnu Abu Quhafah) dan Umar Ibn Khattab dengan menulis cerita-cerita bohong tentang para sahabat mulia ini.

Menurut pendapat paling kuat dalam Mazhab kita, Sayyidah Fathimah Az-Zahra lahir pada tanggal 20 bulan jumadil akhir (pada saat usia Rasulullah saw 35 tahun) bertepatan dengan peristiwa peletakan batu Hajar Aswad oleh Ayahandanya atau lebih tepatnya lima tahun sebelum Rasululah saw diangkat menjadi nabi.

Beliau diberi Nama “Fathimah” atas petunjuk Allah SWT. Dalam bahasa Arab, “Fathama” artinya menyapih. Menurut sebagian ulama, “Fathimah” masudnya adalah Allah memisahkan beliau dari segala keburukan atau dari api neraka. Beliau memiliki banyak gelar- gelar mulia, diantaranya; Az-Zahra, At-thahirah, Al-Mubarokah, dan Al-Batul. Al-Batul sendiri bermakna bahwa beliau tidak pernah terputus dari ibadah kepada Allah SWT, ada ulama yang mengatakan bahwa beliau suci, tidak haid dan nifas. Beliau juga diberi gelar Haura Insiyyah yang bermakna bidadari dari kalangan manusia.

Selain itu, beliau juga bergelar Ummu Abiha yang menggambarkan betapa besar bakti beliau terhadap ayahandanya, terlebih-lebih disaat ibundanya telah tiada. Sayyidah Fathimah sangat dekat dengan Rasulullah, bahkan wajah dan perilaku beliau juga mirip dengan Nabi saw. Sayyidah Aisyah Ra pernah berkata “Aku tidak pernah melihat orang yang tutur kata dan akhlaknya paling mirip dengan Rasulullah, melainkan Fathimah”

Beberapa sahabat Rasulullah saw pernah melamar Sayyidah Fathimah, seperti Abu Bakar, Umar dan Abdurrahman bin Auf. Namun, Rasulullah tidak menampakkan isyarat menerimanya. Sehingga para sahabat mulia tersebut mendorong Ali bin Abi Thalib untuk datang meminang selanjutnya, dan ketika Ali datang, Rasulullah langsung menerimanya.

 Dari sekian lelaki yang terpandang dan kaya, Rasulullah memilih Ali sebagai suami putri tercinta beliau, tentunya ini mengandung hikmah yang sangat berharga. Rumah tangga Sayyidah Fathimah dan Ali bin Abi Thalib penuh dengan kesederhanaan bahkan jauh dari kata cukup. Namun, dari rumah tangga tersebut terpancar keberkahan yang luar biasa yang menjadi contoh teladan bagi kita. Dari pernikahan tersebut, beliau berdua dikaruniai lima orang anak yaitu Hasan, Husein, Muhsin, Zainab dan Ummi Kultsum. Semua keturunan beliau dari anak yang lain telah terputus, kecuali keturunan dari Sayyidina Hasan dan Husein yang masih dapat kita lihat hingga sekarang.

Banyak hal yang dapat kita teladani dari Sayyidah Fathimah Az-Zahra, salah-satunya tentang kesederhaan hidup beliau dan rasa malu yang senantiasa menghiasi hidup beliau. Sifat malu beliau sangat tinggi, sehingga beliau tidak ingin ada lelaki yang bukan mahram yang melihat janazah beliau bila beliau meninggal dunia, beliau juga pernah berkata bahwa “sebaik-baiknya wanita adalah dia yang tidak melihat dan tidak dilihat”.

Tidak melihat maksudnya adalah bahwa sseorang wanita tidak memandang lelaki yang tidak halal baginya. Sedangkan, tidak dilihat maksudnya adalah bahwa dia tidak senang dipandang dan tidak mencari-cari perhatian lelaki yang bukan mahram baginya.

Sayyidah Fathimah terlahir dari Ibunda yang bergelar At-Thahirah (wanita suci) yang selalu berjuang maksimal untuk agama, dan ayahanda beliau adalah manusia terbaik serta pembawa rahmat bagi seluruh alam, suami beliau adalah petarung tangguh yang siap mati membela agama dan putra-putra beliau (Hasan dan Husein) adalah pemimpin para pemuda di dalam surga kelak. Sungguh, kehidupan beliau diliputi keindahan dan keberkahan dari segala arah, dan sifat beliau sangat patut dijadikan teladan bagi wanita hingga akhir zaman.

Mari baca, cari dan pelajari sirah beliau agar kita bisa mengenal kemuliaan beliau, agar muncul rasa kagum sehingga bisa mengikuti akhlak beliau. Wallahu’alam bis Shawab.


Jumat, 21 Januari 2021/19 Jumadil Akhir 1443 Hijriah #BanatJannati

Salam, 


Fakir ilmu 

Comments

Popular posts from this blog

MILAD SAYYIDAH FATHIMAH AZZAHRA - USTADZAH DARA HUSEIN

WANITA YANG DIRINDUKAN SURGA

Perjuangan dan pernan sayyidah Fatima dalam menyebarkan dakwah